Pawai akbar berbagai lapisan masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa di seluruh Republik Islam Iran pada tanggal 13 Aban menunjukkan bahwa pesan nyata dan berpengaruh Revolusi Islam Iran yaitu anti-arogansi tetap dinamis dan menentukan.
Menurut Kantor Berita ABNA, warga kota Tehran dan kota-kota lain di Iran pada Kamis pagi, 3 November 2016 memulai pawai akbar 13 Aban untuk memperingati Hari Nasional Anti-Arogansi Global.
37 tahun silam, 13 Aban atau November 1979, mahasiswa Iran menduduki Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tehran yang dijadikan sarang spionase Washington. AS melancarkan berbagai konspirasi terhadap Revolusi Islam melalui koordinasi Kedubes mereka di Tehran, ibukota Iran.
Di Tehran, pawai akbar 13 Aban dipusatkan di depan gedung bekas Kedubes AS dan dilakukan secara serentak di 850 kota Iran. Puluhan wartawan media cetak dan elektronik dari dalam dan luar negeri meliput peringatan hari nasional ini.
Para peserta pawai meneriakkan slogan-slogan "mampus Amerika dan mampus Israel." Mereka menyuarakan kemarahan dan kebenciannya terhadap segala bentuk penindasan dan arogansi.
Para pelajar dan mahasiwa Iran juga mengusung berbagai spanduk, yang menekankan kelanjutan perlawanan terhadap arogansi dan dukungan kepada orang-orang tertindas di dunia terutama rakyat Palestina.
Berikut ini, suasana Pawai Akbar 13 Aban yang terselenggara di kota Shiraz Iran:

